Tugas 4 : Review “ SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN SEKTOR PUBLIK ”

NAMA : AMANAH JATI LARASATI
NIM : 921 410 167

“ SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN SEKTOR PUBLIK ”
A. Hubungan Kepemerintahan (Governance) dan Akuntabilitas
Istilah yang sering digunakan berkaitan dengan pengaturan organisasi adalah kepemerintahan (governance) dan tanggung jawab pengelolaan (stewardship). Kedua istilah ini saling terkait di mana kepemerintahan mengandung arti wewenang atau hak dari manajemen suatu organisasi dan tanggung jawab pengelolaan mengandung arti kewajiban yang timbul dari pelaksanaan wewenang atau hak tersebut.
B. Peranan Sistem Pengendalian Intern Sektor Publik dalam Mendorong Kepemerintahan yang Baik dan Akuntabilitas
Dari sisi hukum, ada dua perkembangan utama yang berkaitan dengan penyelenggaraan sistem pengendalian manajemen.
1) Berbagai aturan dalam Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah sejak tahun 1999 mengharuskan instansi pemerintah untuk menyatakan visi, misi, sasaran-sasaran kinerja strategis dan tahunan dan mengukur serta melaporkan kinerja dari pencapaian sasaran-sasaran tersebut. Sistem pengendalian berperanan sangat penting dalam memastikan bahwa berbagai visi, misi, tujuan dan sasaran instansi tersebut tercapai dalam kerangka waktu yang telah ditentukan.
2) Pasal 58 Undang-Undang Nomor 1 tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara mengharuskan Pemerintah mengatur dan menyelenggarakan sistem pengendalian intern di lingkungan pemerintahan secara menyeluruh untuk peningkatan kinerja, transparansi, dan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara.
C. Konsep Dasar Sistem Pengendalian Intern
1) Definisi dan Tujuan Pengendalian Intern
Pengendalian intern merupakan bagian utama dalam pengelolaan suatu organisasi. Pengendalian intern terdiri dari rencana-rencana, metode-metode, dan prosedur-prosedur yang digunakan untuk mencapai visi, misi, tujuan dan sasaran organisasi sehingga mendukung suatu sistem manajemen berbasis kinerja. Pengendalian intern juga berperanan sebagai perlindungan di garis depan dalam menjaga aset/harta dan mencegah dan mendeteksi kesalahankesalahan dan kecurangan-kecurangan. Pengendalian intern membantu manajemen instansi pemerintah dalam mencapai hasil-hasil yang diinginkan melalui pertanggungjawaban pengelolaan sumber daya publik yang efektif.
2) Unsur-Unsur Pengendalian Intern
1. Lingkungan Pengendalian :
Lingkungan pengendalian menjadi dasar bagi system pengendalian internal yang memadai bagi organisasi melalui kepemimpinan, nilai bersama, dan budaya yang menekankan akuntabilitas
1. Penilaian Risiko
Penilaian risiko adalah proses identifikasi dan analisis risiko-risiko yang relevan terhadap pencapaian tujuan-tujuan organisasi dan penentuan langkah tindak yang tepat berkenaan dengan risiko tersebut.
Langkah – Langkah Penilaian Risiko
1) Identifikasi risiko: Berkaitan dengan tujuan-tujuan instansi, Komprehensif,dan Mencakup risiko-risiko yang berasal dari faktor internal dan eksternal, pada tingkatan organisasi maupun kegiatan.
2) Evaluasi risiko: Estimasi signifikansi dari risiko, dan Menilai kemungkinan terjadinya risiko.
3) Penilaian atas tendensi organisasi terhadap risiko
4) Pengembangan langkah tindak
Pengendalian-pengendalian yang tepat, baik pengendalian yang sifatnya mendeteksi ataupun pengendalian yang sifatnya mencegah.
1. Aktivitas-Aktivitas Pengendalian
Aktivitas pengendalian adalah kebijakan-kebijakan, prosedur-prosedur, teknik-teknik, dan mekanisme-mekanisme yang digunakan untuk menjalankan arahan-arahan manajemen, contohnya proses untuk memastikan kepatuhan terhadap persyaratan-persyaratan dalam penyusunan dan pelaksanaan anggaran.
1. Informasi dan Komunikasi
Dalam suatu sistem pengendalian intern yang baik, informasi harus dicatat dan dikomunikasikan kepada manajemen dan pihak-pihak lain dalam organisasi yang membutuhkannya dan dalam bentuk dan kerangka waktu yang membantu mereka melaksanakan pengendalian intern dan tanggung jawab lainnya. Suatu organisasi membutuhkan komunikasi berkenaan dengan kejadian-kejadian internal dan eksternal yang relevan, dapat diandalkan dan tepat waktu untuk menjalankan dan mengendalikan kegiatan-kegiatannya. Informasi diperlukan di seluruh bagian organisasi untuk mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkannya.
1. Pemantauan
Pemantauan pengendalian intern harus menilai kualitas kinerja sepanjang waktu dan memastikan bahwa temuan-temuan audit dan evaluasi lainnya diselesaikan dengan segera. Pengendalian intern harus dirancang untuk memastikan bahwa pemantauan terus menerus terjadi sepanjang kegiatan normal organisasi.
D. Keterbatasan Pengendalian Intern
1. Biaya versus manfaat. Biaya untuk menyelenggarakan system informasi dan pengendalian intern entitas tidak boleh melebihi manfaat-manfaat yang diharapkan dari sistem tersebut. Karena pengukuran yang akurat atas biaya dan manfaat tidak selalu memungkinkan, manajemen harus membuat estimasi-estimasi dan pertimbangan-pertimbangan kuantitatif dan kualitatif dalam mengevaluasi hubungan antara manfaat dan biaya.
2. Pengabaian oleh manajemen. Manajemen dapat mengabaikan kebijakan-kebijakan atau prosedur-prosedur untuk tujuan-tujuan yang tidak sah, seperti untuk keuntungan pribadi atau memperindah penyajian kinerja organisasi. Praktik-praktik pengabaian ini mencakup memberikan penyajian yang salah dengan sengaja kepada auditor dan pihak lain dengan menerbitkan dokumen-dokumen palsu untuk mendukung pencatatan transaksi-transaksi fiktif.
3. Kesalahan-kesalahan dalam melakukan pertimbangan. Kadangkadang, manajemen dan pegawai melakukan pertimbangan yang buruk dalam mengambil keputusan-keputusan atau dalam melakukan tugas rutin karena keterbatasan informasi, waktu atau tekanan-tekanan lain.
4. Kolusi. Para pegawai yang secara bersama-sama (seperti pegawai yang melakukan pengendalian yang penting bersama-sama dengan pegawai atau rekanan lain) dapat menembus dan menutupi ketidakberesan sehingga tidak dapat dideteksi dengan sistem informasi dan pengendalian intern.
5. Kegagalan sistem. Kegagalan dalam pengendalian-pengendalian yang telah ditetapkan dapat terjadi karena pegawai tidak memahami instruksi atau membuat kesalahan karena kecerobohan, kealpaan atau kelelahan. Perubahan pegawai atau sistem atau prosedur dapat pula menyebabkan kegagalan sistem.
E. Aktivitas-aktivitas Pengendalian pada Sektor Publik
6. Perencanaan (programming)
Suatu perencanaan akan memuat beberapa varian yang dapat digunakan sebagai control atas manajemen organisasi.
1. Penganggaran (budget formulation)
Selain berfungsi sebagai penghubung antara perencanaan dan operasionalisasi, anggaran juga digunakan sebagai dasar dalam mengevaluasi kinerja dari segi keuangan, dengan membandingkan anggaran dengan realisasinya.
2. Operasionalisasi dan Pengukuran (operating and measurement)
Pengukuran kinerja organisasi diperlukan untuk mengetahui sejauh mana kemajuan suatu kegiatan operasional, sekaligus sebagai sarana pengendalian. Jika selama proses operasionalisasi terdapat penyimpangan, maka manajemen dapat segera mengambil tindakan.
3. Pelaporan dan Evaluasi (reporting and evaluation)
Informasi akuntansi, jika memungkinkan, dilengkapi dengan berbagai informasi lainnya. Suatu laporan harus menyediakan informasi yang berguna dalam mengevaluasi manajemen maupun perencanaan. Evaluasi kinerja dapat menghasilkan perubahan atas rencana, perubahan anggaran, atau modifikasi pada operasionalisasi.
F. Tanggung Jawab Auditor dan Manajemen Berkaitan dengan Pengendalian Intern
Pemahaman atas pengendalian sangat penting bagi auditor dan secara khusus dimasukkan ke dalam standar auditing yang berlaku umum. Dalam standar pekerjaan lapangan disebutkan: “Pemahaman yang memadai atas struktur pengendalian intern harus diperoleh untuk merencanakan audit dan menentukan sifat, saat, dan lingkup pengujian yang dilakukan”
Meskipun pengendalian internal merupakan tanggung jawab manajemen, informasi mengenai pengendalian seringkali membantu auditor memutuskan apakah laporan keuangan disajikan dengan wajar. Laporan keuangan tidak akan diharapkan menyajikan secara wajar posisi keuangan jika pengendalian internal yang berkaitan dengan keandalan laporan keuangan tidak memadai. Akan tetapi, auditor dapat memberikan pendapat wajar tanpa pengecualian terhadap laporan keuangan meskipun pengendalian internal tidak mendorong efisiensi dan efektivitas. Selain itu pemahaman atas pengendalian intern juga membantu dalam penilaian ketaatan organisasi terhadap peraturan dan hukum yang berlaku. Oleh karena itu auditor berkepentingan terhadap pengendalian internal yang berkenaan dengan keandalan data, terutama yang mempengaruhi kewajaran laporan keuangan.

G. Tujuan Pemahaman dan Penilaian atas Pengendalian Intern
Untuk audit keuangan, auditor harus memperoleh pemahaman atas pengendalian intern dan mendapatkan bukti tentang efektivitas pengendalian intern untuk tiga tujuan, yaitu:
1) Menilai risiko pengendalian,
2) Menentukan sifat, saat dan ruang lingkup pengujian-pengujian yang dilakukan atas pengendalian, ketaatan dan substantif.
3) Menyatakan pendapat atau membuat laporan atas pengendalian intern berkenaan dengan laporan keuangan dan ketaatan.
Dalam audit keuangan, auditor mengevaluasi pengendalian intern, yang telah dirancang dan dilaksanakan manajemen, untuk mendapatkan keyakinan yang memadai bahwa tujuan-tujuan berikut terpenuhi, yaitu:
1) Keandalan laporan keuangan (pengendalian laporan keuangan)
2) Ketaatan atas peraturan dan perundang-undangan yang berlaku (pengendalian ketaatan).
H. Jenis-Jenis Pengendalian Yang Perlu Dipahami Auditor
Pengendalian-pengendalian yang perlu dipahami oleh auditor pada umumnya dikelompokkan dalam tiga jenis, yaitu pengendalian pelaporan keuangan, pengendalian pengamanan, pengendalian anggaran, pengendalian ketaatan, dan pengendalian operasional. Tiga jenis pengendalian pertama, pengendalian pelaporan keuangan, pengendalian pengamanan dan pengendalian anggaran, berkaitan erat dengan tujuan keandalan laporan keuangan.
I. Prosedur untuk Memperoleh Pemahaman atas Pengendalian Intern
Prosedur-prosedur yang digunakan terdiri dari:
1) Menelaah pengalaman sebelumnya dengan entitas;
2) Menanyai pimpinan, manajemen, dan staf yang sesuai;
3) Menginspeksi dokumen-dokumen dan catatan-catatan;
4) Mengamati kegiatan-kegiatan dan aktivitas-aktivitas instansi pemerintah tersebut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: