TUGAS REVIEW 1 PERILAKU MANUSIA DALAM KEPUTUSAN AUDIT

Nama              : Novriyanti Usman

Nim                 : 921 410 224

Kelas               : ASP “C

Tugas              : 2 Auditing Sektor Publik

REVIEW

“PERILAKU MANUSIA DALAM KEPUTUSAN AUDIT”

  1. A.    Memotivasi Pihak Yang Diaudit

Motivasi merupakan alat bantu keperilakuan terbesar bagi audit internal. Dalam teori motivasi, dikenal dengan lima kebutuhan pokok Maslow. Dua dari kebutuhan pokok tersebut adalah keinginan untuk menjadi bagian dari organisasi dan kebutuhan untuk diterima dan dikenal, sehingga dapat melayani auditor internal secara baik. Pertama, Kebutuhan Menjadi Bagian dari Organisasi. Bagian audit merupakan bagian dari keseluruhan organisasi yang berdedikasi untuk memperbaiki operasi organisasi tersebut. Pihak yang diaudit dapat dijanjikan bahwa pendapat mereka akan diterima dan dipertimbangkan untuk dimasukkan dalam pertimbangan keseluruhan manajemen guna memperbaiki kondisi operasi organisasi. Kedua, Menghormati Diri Sendiri dan Orang Lain. Kebutuhan akan rasa hormat ini dapat dikaitkan dengan keyakinan pihak yang diaudit untuk bertindak langsung dalam kerja sama dengan staf audit untuk mengidentifikasikan bidang – bidang yang bermasalah, membantu dalam investigasi terhadap kinerja, serta mengembangkan tindakan – tindakan korektif.

  1. B.     Hubungan dengan Gaya Manajemen

Terdapat empat gaya manajemen (kepemimpinan) secara umum. Keempat gaya manajemen tersebut yaitu : Gaya mengarahkan, Gaya mengarahkan berarti pemimpin memberikan intruksi spesifik dan mengawasi penyelesaian pekerjaan dari dekat. Gaya melatih, Gaya melatih berarti pemimpin tidak hanya memberikan pengarahan dan mengawasi penyelesaian tugas dari dekat, tetapi juga menjelaskan keputusan, menawarkan saran, dan mendukung kemajuan bawahannya. Gaya mendukung, Gaya mendukung berarti pemimpin memudahkan dan mendukung upaya bawahan untuk penyelesaian tugas serta berbagi tanggung jawab dalam pembuatan keputusan dengan bawahan. Gaya mendelegasikan, Gaya mendelegasikan berarti pemimpin menyerahkan tanggung jawab pembuatan keputusan dan pemecahan masalah kepada bawahan secara relative utuh.

Masing – masing gaya manajemen tersebut mempunyai perbedaan yang luas dan semuanya mencerminkan filosofi serta pendekatan manajemen terhadap para manajer. Menggunakan suatu pendekatan audit yang konflik dengan filosofi manajemen dari manajemen pihak yang diaudit akan menyebabkan audit menjadi tidak popular dan menimbulkan kesulitan – kesulitan dalam perolehan bantuan serta kerja sama secara sukarela. Dari keempat gaya tersebut, gaya pertama dan gaya terakhir merupakan yang terpenting untuk didiskusikan. Pada gaya pertama, aturan – aturan manajemen dipatuhi secara sangat ketat. Auditor seharusnya tidak membuat ikatan – ikatan dengan staf tanpa persetujuan manajemen.

  1. C.    Perubahan Manajemen

Salah satu masalah terbesar yang dimiliki oleh auditor adalah “menjual” perubahan – perubahan yang akan dijalankan melalui implementasi dan temuan audit. Ilmu social telah mengidentifikasikan sejumlah alas an mengapa orang tidak menginginkan perubahan metode operasi mereka. Ada tiga hal yang mungkin merupakan faktor terpenting yang menimbulkan keengganan untuk melakukan perubahan :

  1. Ketakutan terhadap apa yang tidak diketahui, yaitu apa yang akan dibawa oleh perubahan tersebut.
  2. Aspek birokrasi dari kenyataan perubahan, baik secara horizontal maupun vertical.
  3. Aspek ego, dengan adanya perubahan, maka metode sekarang dianggap tidak efisien atau tidak layak.

Oleh sebab itu auditor seharusnya mengambil tindakan pasti untuk menghilangkan ketakutan atau pertentangan dari pihak yang diaudit. Dalam kasus ketakutan dari ketidaktahuan, auditor seharusnya berhati-hati dalam menelaah kemungkinan dari pihak yang diaudit untuk menghasilkan perubahan, baik berdampak bagus maupun yang tidak begitu bagus. Pihak yang diaudit seharusnya diberitahu mengenai metodologi atau penyelesaian yang dapat digunakan dan secara aktif menasihati mencari tahu mengenai metode – metode yang direkomendasikan.

  1. D.    Pengelolaan Konflik

Konflik adalah suatu karakteristik yang kerap kali terjadi pada proses audit (Chambers at al., 1987). Konflik sering kali membantu pencapaian tujuan audit, tetapi jika tidak ditangani lebih awal, maka konflik akan menjadi lebih tajam dan luas. Konflik dapat terjaadi dalam hal – hal seperti berikut :

  1. Lingkup seperti terhadap manajemen.
  2. Tujuan sebagaimana terhadap auditor eksternal.
  3. Tanggung jawab seperti layanan manajemen.
  4. Nilai dominasi atau persepsi terhadap peran audit dari kacamata pihak yang diaudit.

Dalam bidang akuntansi, konflik dapat terjadi antara auditor yang cenderung mempertahakan profesionalismenya dan pihak yang diaudit yang cenderung mempertahankan lembaga atau keinginannya. Dapat disimpulkan bahwa ketika seorang auditor bekerja pada suatu lembaga bisnis professional, yang dikelilingi oleh suatu birokrasi, konflik dan hilangnya nilai – nilai serta norma – norma profesionalisme akan muncul.

Ada empat metode khusus  yang secara umum digunakan untuk menyelesaikan konflik: Arbitrasi, Mediasi, Kompromi, Langsung. Keempat metode tersebut mencoba untuk mencapai suatu posisi yang dianggap adalah yang terbaik bagi organisasi. Metode tersbut tidak selalu mencoba untuk meredakan perasaan dari masing – masing kelompok yang mengalami konflik. Metode yang terbaik dan paling sering digunakan dalam pendekatan keperilakuan adalah metode kompromi, jika perbedaan masih dapat di kompromikan. Metode terbaik lainnya yaitu mediasi.

  1. E.     Masalah – Masalah Konflik

Brink dan Witt (1982) mempunyai daftar konsep yang akan membantu untuk memperlakukan orang dengan lebih baik. Konsep-konsep tersebut adalah:

  1. Terdapat variasi umum dalam kemampuan dan sifat-sifat dasar individu, oleh sebab itu auditor seharusnya mempertimbangkannya dalam kaitannya dengan karyawan pihak yang diaudit.
  2. Keberagaman perasaan-perasaan dan emosi, sehingga auditor seharusnya mengidentifikasi keberagaman perasaan dan mencoba menangani hal tersebut secara efektif.
  3. Keberagaman persepsi. Staf pihak yang diaudit tidak memandang dengan cara yang sama seperti yang dilakukan oleh staf audit.
  4. Ukuran kelompok pihak yang diaudit dapat berpengaruh pada hubungan. Auditor diharuskan untuk memodifikasi pendekatan secara teknis ketika menghadapi kelompok yang lebih luas.
  5.  Pengaruh dari berbagi situasi operasi sebagai suatu variasi akhir. Setiap perubahan situasi mempengaruhi perasaan dan tindakan seseorang, auditor seharusnya memasuki variasi ini ke dalam pertimbangannya pada hubungan interpersonal.

F. KARAKTERISTIK UMUM INDIVIDU

Sifat yang muncul pada berbagai tingkatan dalam setiap individu dari pihak yang diaudit, meliputi:

  1. Menjadi produktif, sibuk pada pekerjaan-pekerjaan yang bermakna.
  2. Mempunyai dorongan ke arah dedikasi terhadap suatu usaha yang dianggap penting.
  3. Mempunyai keinginan untuk melayani dan memberikan bantuan kepada individu lain.
  4. Bebas untuk memilih guna mendapatkan independensi dan kebebasan pilihan.
  5.  Memiliki sifat yang adil dan jujur.
  6. Memiliki bias pada diri sendiri, tercermin pada sikap yang lebih suka dipuji dibandingkan dengan dikritik.
  7. Mencari kepuasan diri sendiri.
  8.  Memiliki nilai untuk mendapatkan imbalan atas usaha-usahanya.
  9. Bersikap seperti orang-orang yang patuh dan dapat beradaptasi secara baik.
  10. Menjadi bagian dari tim yang sukses.
  11. Memiliki rasa haru atas bencana yang menimpa orang lain.
  12. Memiliki keterkaitan pada pemaksimalan kepuasan diri sendiri.
  13. Lebih cenderung untuk sensitif dibandingkan dengan membantu orang.

G.    KESADARAN PADA DIRI SENDIRI

Dalam suatu situasi dimana banyak hubungan interpersonal, hal terpenting adalah untuk menyadari dan memegang teguh keseimbangan serta untuk memandang diri sendiri sebagaimana orang lain memandangnya (Ratcliff et al., 1988). Elemen-elemen utama tersebut adalah:

  1. Adanya pengetahuan terhadap kekuatan dan kelemahan orang lain dalam hubungan secara mental, fisik, emosional, dan karakteristik pribadi.
  2.  Rasa memiliki terhadap produktivitas dan kepuasan kelompok kerja.
  3.  Kesadaran terhadap perintah dasar dalam lingkungan relatif yang dimiliki seseorang, dimana orang tersebut harus menyesuaikan diri dengan kelompok organisasi yang luas.
  4. Suatu keinginan untuk melayani kebutuhan-kebutuhan orang lain.
  5.  Suatu perasaan memiliki atas produktivitas yang didasarkan pada ego seseorang.
  6. Suatu perasaan keterpaduan yang berasal dari kepercayaan bahwa seseorang berpartisipasi dalam suatu lingkungan secara etis.

H.    KOMUNIKASI SECARA EFEKTIF

Komunikasi terdiri atas wawancara, musyawarah, laporan lisan, dan laporan tertulis. Bahasa yang menggunakan aksioma seharusnya jelas, ringkas, bebas akronim, dalam struktur gramatikal yang baik, dan mengungkapkan isi dalam aturan sederhana yang logis.

Hal-hal yang perlu diperhatikan untuk menciptakan kominikasi yang efektif adalah:

  1. Jangan bicara atau menulis dalam bentuk langsung sebab auditor bukanlah bagian dari manajemen.
  2. Jangan menggunakan istilah-istilah yang berimplikasi pada kesalahan-kesalahan dari pihak yang diaudit.
  3. Jangan menjadikan pihak yang diaudit sebagai pokok bahasan baik secara verbal maupun tertulis.
  4. Ketika memberikan saran pertimbangkan sifat ego pihak yang diaudit sebab hal ini berimplikasi kepadaanggapan mereka .
  5. Mengijinkan pihak yang diaudit untuk melakukan perubahan dalam bahasa laporan sepanjang tidak mengubah subtansinya.
  6. Jangan berargumen atau berkomentar mengenai moralitas, karena auditor mencari fakta dan tidak bertindak sebgai seorang penasihat yang berhungan dengan moral.
  7. Menjaga laporan dan memberikan keadilan.
  8. Mengaitkan dengan kondisi lingkungan ketika mencari penyebab dari temuanya.
  9. Mengizinkan paihak yang diaudit sepanjang proses penyusunan  laporan untuk mengungkapkan pendapat
  10. Sopan dengan seluruh tingkatan staff pihak yang diaudit dan menyambut manajemen pihak yang diaudit dengan rasa hormat.
  11. Melakukan pertemuan dan wawancara dikantor pihak yangdiaudit.
  12. Mempertimbangkan kemungkinatekanan yang muncul dalam diri pihak yang diaudit.
  13. I.       Menghadapi banyaknya Oposisi

Terdapat tiga jenis pokok dari banyaknya oposisi :

  1. Suatu indikasi yang menunjukan kurang pentingnya audit
  2. Pihak yangdiaudit bertindak dalam suatu gaya konfrontasional
  3. Pihak yang diaudit menolak untuk mengambil berbagai tindakan selama atau secara audit.

J. Pelaksanaan Audit Partisipatif

Telah menjadi suatu hal yang umum dalam audit bahwa inti dari kinerja audit yang baik berasal daripendekatan keprilakuan. Elemen keprilakuan tersebut meliputi:

  1. Pada awal audit, tanyakan pada pihak yang diadit bidang mana yang akan diaudit.
  2. Bangun suatu pendekatan kerja sama dengan staf pihak yang diaudit dalam menilai Pemrogram audit dan Pelaksanaan audit
  3. Perolehan persetujuan dan rekomendasi untuk tindakan koreksi
  4. Dapatkan persetujuan atas isi laporan
  5. Memasukan informasi nyata pada laporan audit. Partisipasi didalam audit membantu memecahkan berbagai permasalahan dan mengordinasikan tindakan korektif.Seluruh keberhasilan diatas tergantung pada kredibilitas auditor atas kekejujuran.

K. Penggunaan Pengetahuan Keperilakuan dalam Audit

Secara umum penanganan keperilakuan organisasi adalah akibat dari berbagai hal berikut

  1. Kondisi, pada umumnya kualitas dri struktur pengendalian internal.
  2. Motivasi atau kebutuhan dari karyawan kantor untuk membentuk etika dan kejujuran.
  3. Sikap atas dasar karakteristik pribadi dari seluruh tingkatan karyawan.

Diasumsikan bahwa para auditor internal dalam setiap pekerjaannya selalu berhubungan dengan karyawan – karyawan yang ada diorganisasi. Kedekatan ini menghasilkan posisi evaluative yang memungkinkan karyawan untuk menerima atau menolak auditor, di mana hal tersebut akan berdampak pada tingkat kebebasan auditor. Pengalaman dan pemahaman atas aspek keperilakuan serta pertimbangan terkait memberikan kepada auditor alat audit yang kuat.

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: