TUGAS 1 Sistem Perekonomian

NAMA: MUHAMMAD FAJAR GUMOHUNG

NIM: 921 410 150

TUGAS : “UNDANG-UNDANG TENTANG SEKTOR PUBLIK”

MATA KULIAH: AUDIT SEKTOR PUBLIK

MATERI

SISTEM PEREKONOMIAN

A. Definisi

Sistem ekonomi adalah cara suatu negara mengatur kehidupan ekonominya dalam rangka mencapai kemakmuran. Pelaksanaan system ekonomi suatu negara tercermin dalam keseluruhan lembaga-lembaga ekonomi yang digunakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Sistem perekonomian negara dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain ideologi/falsafah hidup bangsa, sifat dan jati diri bangsa, serta struktur ekonomi.

B. Macam – Macam Sistem Ekonomi

1. Sistem Ekonomi Tradisional

Sistem ekonomi tradisional merupakan sistem ekonomi yang diterapkan oleh masyarakat tradisional secara turun temurun dengan hanya mengandalkan alam dan tenaga kerja. Dalam sistem ekonomi ini pengaturan ekonomi dimapankan menurut pola tradisi, yang biasanya sebagian besar menyangkut kontrol atas tanah sebagai sumber terpenting atau satu-satunya sumber ekonomi (Cornelis Rintuh, 1995: 40).

a. Ciri-ciri sistem ekonomi tradisional

Sistem Ekonomi tradisional memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

1) Teknik produksi dipelajari secara turun temurun dan bersifat

sederhana.

2) Hanya sedikit menggunakan modal.

3) Pertukaran dilakukan dengan sistem barter (barang dengan barang).

4) Belum mengenal pembagian kerja.

5) Masih terikat tradisi.

6) Tanah sebagai tumpuan kegiatan produksi dan sumber kemakmuran.

b. Kelebihan sistem ekonomi tradisional

Sistem ekonomi tradisional memiliki kelebihan sebagai berikut:

1) Tidak terdapat persaingan yang tidak sehat, hubungan antar individu sangat erat.

2) Masyarakat merasa sangat aman, karena tidak ada beban berat yang harus dipikul.

3) Tidak individualistis.

c. Kelemahan sistem ekonomi tradisional

Selain memiliki berbagai kelebihan sistem ekonomi tradisional juga memiliki kelemahan, yaitu:

1) Teknologi yang digunakan masih sangat sederhana, sehingga produktivitas rendah.

2) Mutu barang hasil produksi masih rendah.

Saat ini sudah tidak ada lagi negara yang menganut system ekonomi tradisional, namun di beberapa daerah pelosok, seperti suku Badui dalam dan suku Bugis masih menggunakan sistem ini dalam kehidupan sehari-hari

2. Sistem Ekonomi Pasar (Liberal/Bebas/Kapitalis)

Sistem ekonomi pasar adalah suatu sistem ekonomi di mana seluruh kegiatan ekonomi mulai dari produksi, distribusi dan konsumsi diserahkan sepenuhnya kepada mekanisme pasar.

a. Ciri dari sistem ekonomi pasar/liberal/bebas/kapitalis.

Sistem ekonomi pasar/liberal/bebas memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

1) Setiap orang bebas memiliki barang, termasuk barang modal.

2) Setiap orang bebas menggunakan barang dan jasa yang dimilikinya.

3) Aktivitas ekonomi ditujukan untuk memperoleh laba.

4) Semua aktivitas ekonomi dilaksanakan oleh masyarakat (swasta).

5) Pemerintah tidak melakukan intervensi dalam pasar.

6) Persaingan dilakukan secara bebas.

7) Peranan modal sangat vital.

b. Kelebihan sistem ekonomi pasar/liberal/bebas/kapitalis.

Sistem ekonomi pasar/liberal/bebas/kapitalis memiliki berbagai kebaikan antara lain:

1) Menumbuhkan inisiatif dan kreasi masyarakat dalam mengatur kegiatan ekonomi.

2) Setiap individu bebas memiliki sumber-sumber produksi.

3) Munculnya persaingan untuk maju.

4) Barang yang dihasilkan bermutu tinggi, karena barang yang tidak bermutu tidak akan laku di pasar.

5) Efisiensi dan efektivitas tinggi karena setiap tindakan ekonomi didasarkan atas motif mencari laba.

c. Kelemahan sistem ekonomi pasar/liberal/bebas/kapitalis.

Sistem ekonomi pasar/liberal/bebas/kapitalis memiliki kelemahan sebagai berikut:

1) Sulitnya melakukan pemerataan pendapatan.

2) Cenderung terjadi eksploitasi kaum buruh oleh para pemilik modal.

3) Munculnya monopoli yang dapat merugikan masyarakat.

4) Sering terjadi gejolak dalam perekonomian karena kesalahan alokasi sumber daya oleh individu.

Suatu perekonomian pasar/liberal/bebas/kapitalis dengan lembaga milik pribadi dan warisan menimbulkan kondisi untuk mengumpulkan kekayaan dan mempertahankannya dalam lingkungan keluarga dari satu ke lain generasi (Gregory Grossman, 2004: 68).

3. Sistem Ekonomi Komando/Terpusat/Etatisme/Sosialis/Komunis

Sistem ekonomi komando adalah sistem ekonomi di mana peran pemerintah sangat dominan dan berpengaruh dalam mengendalikan perekonomian.

a. Ciri-ciri sistem ekonomi komando

Sistem ekonomi komando memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

1) Semua alat dan sumber-sumber daya dikuasai pemerintah.

2) Hak milik perorangan tidak diakui.

3) Tidak ada individu atau kelompok yang dapat berusaha dengan bebas dalam kegiatan perekonomian.

4) Kebijakan perekonomian diatur sepenuhnya oleh pemerintah.

b. Kelebihan sistem ekonomi komando

Sistem ekonomi komando memiliki kebaikan antara lain:

1) Pemerintah lebih mudah mengendalikan inflasi, pengangguran dan masalah ekonomi lainnya.

2) Pasar barang dalam negeri berjalan lancar.

3) Pemerintah dapat turut campur dalam hal pembentukan harga.

4) Relatif mudah melakukan distribusi pendapatan.

5) Jarang terjadi krisis ekonomi.

c. Kelemahan sistem ekonomi komando

Sistem ekonomi komando memiliki kelemahan antara lain:

1) Mematikan inisiatif individu untuk maju

2) Sering terjadi monopoli yang merugikan masyarakat

3) Masyarakat tidak memiliki kebebasan dalam memilih sumber daya

4. Sistem Ekonomi Campuran

Sistem ekonomi campuran merupakan campuran dari system ekonomi pasar dan terpusat, di mana pemerintah dan swasta saling berinteraksi dalam memecahkan masalah ekonomi.

a. Ciri-ciri sistem ekonomi campuran.

Sistem ekonomi campuran antara lain:

1) Merupakan gabungan dari sistem ekonomi pasar dan terpusat.

2) Barang modal dan sumber daya yang vital dikuasai oleh

pemerintah.

3) Pemerintah dapat melakukan intervensi dengan membuat peraturan, menetapkan kebijakan fiskal, moneter, membantu dan mengawasi kegiatan swasta.

4) Peran pemerintah dan sektor swasta berimbang.

Penerapan sistem ekonomi campuran akan mengurangi berbagai kelemahan dari sistem ekonomi pasar dan komando dan ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Secara umum saat ini hampir tidak ada negara yang murni melaksanakan sistem ekonomi terpusat maupun pasar, yang ada adalah kecenderungan terhadap ekonomi pasar seperti Amerika, Hongkong, dan negara–negara eropa barat yang berpaham liberal, sementara negara yang pernah menerapkan ekonomi terpusat adalah Kuba, Polandia dan Rusia yang berideologi sosialis atau komunis. Kebanyakan negara-negara menerapkan sistem ekonomi campuran seperti Perancis, Malaysia dan Indonesia.

b. Kelebihan Sistem Ekonomi Campuran

1) Menghindarkan Free Fight liberalism

2) Menghindarkan adanya monopoli

3) Menghindarkan dominasi kekuasaan pemerintah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: