Tugas 5 Resume “KODE ETIK AKUNTANSI INDONESIA, KODE ETIK INTOSAI, DAN PERENCANAAN AUDIT

Nama : Chinthia Giu

Kelas : C

 

A. KODE ETIK AKUNTAN INDONESIA

Etika profesional bagi praktik akuntan di Indonesia ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia dan disebut dengan Kode Etik Akuntan Indonesia. Dalam hubungan ini perlu diingat bahwa IAI adalah satu-satunya organisasi profesi akuntan di Indonesia. Anggota IAI meliputi auditor dalam berbagai jenisnya (auditor independen/publik, auditor intern dan auditor pemerintah), akuntan manajemen, dan akuntan pendidik. Oleh sebab itu, kode etik IAI berlaku bagi semua anggota IAI, tidak terbatas pada akuntan anggota IAI yang berpraktik sebagai akuntan publik. Kode Etik Akuntan Indonesia mempunyai struktur seperti kode etik AICPA yang meliputi prinsip etika, aturan etika dan interpretasi aturan etika yang diikuti dengan tanya jawab dalam kaitannya dengan interpretasi aturan etika. Prinsip-prinsip etika dalam Kode Etik IAI ada 8 (delapan), yaitu:

1.Tanggung Jawab

2.Kepentingan Umum (Publik)

3.Integritas

4.Obyektivitas

5.Kompetensi dan Kehati-hatian Profesional

6.Kerahasiaan

7.Perilaku Profesional

8.Standar Teknis

B. KODE ETIK INTOSAI

Kode etik INTOSAI terdiri dari:

  1. Integritas

Integritas berkaitan dengan profesi auditor yang dapat dipercaya karena menjunjung tinggi kebenaran dan kejujuran.

  1. Obyektivitas

Auditor yang obyektif adalah auditor yang tidak memihak sehingga independensi profesinya dapat dipertahankan. Dalam mengambil keputusan atau tindakan, ia tidak boleh bertindak atas dasar prasangka atau bias, pertentangan kepentingan, atau pengaruh dari pihak lain.

  1. Kompetensi dan Kehati-hatian

Agar dapat memberikan layanan audit yang berkualitas, auditor harus memiliki dan mempertahankan kompetensi dan ketekunan. Untuk itu auditor harus selalu meningkatkan pengetahuan dan keahlian profesinya pada tingkat yang diperlukan untuk memastikan bahwa instansi tempat ia bekerja atau auditan dapat menerima manfaat dari layanan profesinya berdasarkan pengembangan praktik, ketentuan, dan teknik-teknik yang terbaru. B

  1. Kerahasiaan

Auditor harus mampu menjaga kerahasiaan atas informasi yang diperolehnya dalam melakukan audit, walaupun keseluruhan proses audit mungkin harus dilakukan secara terbuka dan transparan.

Prinsip kerahasiaan tidak berlaku dalam situasi-situasi berikut:

1)      Pengungkapan yang diijinkan oleh pihak yang berwenang

2)      Pengungkapan yang diwajibkan berdasarkan peraturan perundang – undangan

3)      Pengungkapan untuk kepentingan masyarakat yang dilindungi dengan undang-undang

C. PERENCANAAN AUDIT

Suatu audit, sama seperti proses-proses lainnya, menggunakan sumber daya yang terbatas untuk menyediakan suatu jasa/layanan. Oleh karena itu, persiapan dan perencanaan yang seksama diperlukan sehingga sumber daya yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menyediakan jasa terbaik kepada pihak-pihak yang menggunakan hasil audit dan pihak-pihak yang membayar auditor untuk waktu dan usahanya.

  1. Perencanaan Lembaga Audit

Lembaga audit sektor publik, baik internal maupun eksternal, umumnya memiliki tugas yang lebih luas daripada akuntan publik. Lembaga audit dapat memberikan layanan-layanan kepada berbagai lembaga auditan.

2. Perencanaan Strategis untuk Setiap Auditan

Lembaga audit biasanya akan mengarahkan usahanya pada penugasan – penugasan yang akan mencakup semua bidang yang secara finansial signifikan dari aktivitas-aktivitas yang dilakukan oleh auditannya.

1)      Akuntabilitas

Berdasarkan pandangan ini, semua jenis audit, apakah itu audit keuangan, audit kinerja ataupun audit dengan tujuan tertentu, merupakan komponen-komponen yang penting dalam suatu peranan audit yaitu meningkatkan akuntabilitas.

2)      Penilaian Materialitas dan Risiko secara Obyektif dan Subyektif

Bila auditor memperoleh bukti-bukti yang diperlukan dengan menggunakan sampling statistik, seperti sampling unit moneter, maka pengukuran materialitas dan risiko dapat dilakukan dengan mudah.

Daftar faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam penilaian risiko secara subyektif:

  1. Nilai moneter dari transaksi-transaksi yang diaudit.
  2. Terjadinya kesalahan-kesalahan dan kerugian-kerugian di masa lalu.
  3. Sistem-sistem lain atau angka-angka lain yang terpengaruh.
  4. Sensitivitas setiap kesalahan atau kerugian terhadap manajemen atau politisi.
  5. Adanya kekurangan staf.
  6. Perubahan-perubahan dalam sistem utama atau dalam personil kunci.
  7. Penilaian risiko dari manajemen auditan.

3)      Perencanaan Strategis dalam Audit Kinerja

Perencanaan strategis menjadi sangat penting dalam perencanaan audit kinerja, terutama dalam pemilihan bidang-bidang yang akan diaudit. Audit kinerja memiliki karakteristik di mana kriteria yang digunakan tidak memiliki definisi yang absolut.

Perencanaan strategis menjadi dasar pemilihan topik audit dan kemungkinan-kemungkinan studi awal. Perencanaan strategis dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut:

1)      Penetapan bidang-bidang yang secara potensial merupakan bidang audit yang akan dipilih secara strategis.

2)      Penetapan kriteria yang akan digunakan untuk memilih bidang-bidang yang akan diaudit.

3)      Identifikasi sumber-sumber informasi utama untuk audit terhadap lembaga/bidang yang terpilih.

3. Perencanaan Operasional Suatu Lembaga Audit

Suatu perencanaan operasional suatu lembaga audit terdiri dari dua komponen utama, yaitu layanan audit yang diberikan dan sumber daya yang tersedia. Layanan audit yang diberikan adalah layanan yang akan disediakan pada setiap tahun anggaran, yang meliputi aspek-aspek apa yang akan diaudit dan jenis-jenis audit yang akan dilaksanakan. Sumber daya yang tersedia berkaitan dengan jumlah staf dan kemampuan mereka.

  1. Perencanaan Penugasan Audit dan Manfaatnya

Perencanaan merupakan tahapan yang penting dalam proses audit. Standar pekerjaan lapangan pertama mengharuskan bahwa “Pekerjaan harus direncanakan sebaik-baiknya dan jika digunakan asisten harus disupervisi dengan semestinya.” Perencanaan meliputi penetapan tujuan audit dan pemilihan ruang lingkup dan metodologi untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut.

Dengan demikian, beberapa manfaat yang diperoleh auditor jika perencanaan audit dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, yaitu:

1)      Untuk memperoleh bahan bukti kompeten yang cukup

Dengan merencanakan audit sebaik-baiknya, auditor dapat menentukan kecukupan bahan bukti yang diperlukannya sesuai dengan risiko dan materialitas tiap-tiap pos laporan keuangan.

2)      Membantu menentukan sumber daya yang diperlukan dan biaya audit

Dengan perencanaan, auditor dapat menentukan prosedur audit yang hendak dilakukan sehingga lama pemeriksaan dan biaya audit dapat diperkirakan.

3)      Menentukan prioritas

Jika auditor ingin menyelesaikan audit sebelum waktu yang ditetapkan, maka teknik yang digunakan adalah menetapkan prioritas pada prosedur audit individual.

4)      Meningkatkan disiplin dalam penyelesaian proses audit

Sebagaimana hutang yang memiliki tanggal jatuh tempo, audit juga memiliki target yang hendak dicapai baik dari segi waktu, biaya, maupun pencapaian. Perencanaan audit merupakan gambaran target yang harus dicapai oleh auditor.

5)      Membangun saling pengertian dengan auditan

Rencana audit dapat digunakan untuk mengkomunikasikan gambaran proses audit yang akan dilakukan terhadap perusahaan/instansinya.

D. RUU KODE ETIK AKUNTANSI INDONESIA

Departemen Keuangan RI melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) no. 17 tahun 2008 bertindak mengawasi kegiatan akuntan publik, khusunya mengatur kode etik. Peraturan ini mewajibkan akuntan dalam melaksanakan tugas selalu berdasarkan pada SPAP (Standar Profesi Akuntansi Publik) beserta kode etiknya sesuai standar internasional. Misalkan standar dalam auditing menggunakan International Auditing Standard.

Kode etik yang disusun oleh SPAP adalah kode etik International Federation of Accountants (IFAC) yang diterjemahkan. Jadi antara kode etik SPAP Indonesia dengan kode etik IFAC internasional tidak ada perbedaan yang signifikan, karena kode etik SPAP memang mengadopsi pada kode etik IFAC.

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: